
Jepang yang tak tahu diri
Dukungan Indonesia kepada Jepang, dan perasaan senasib dan sehidung pesek ternyata tidak membuat Jepang berterimakasih kepada Indonesia. Para wanita-wanita Indonesia malah digsak dan dijadikan pemuas nafsu seksual.More
Indonesia telah kecolongan uranium. Kesadaran yang seolah terlambat datang itu kini ramai dilantangkan para tokoh masyarakat Melawi. Eksplorasi uranium di hutan Nanga Pino, Nanga Elah, dan Nanga Kalan dilakukan selama delapan tahun sejak 1969. Eksplorasi dilakukan oleh perusahaan Prancis yang tergabung dalam CEA dengan berkerja sama dengan Batan.

Dukungan Indonesia kepada Jepang, dan perasaan senasib dan sehidung pesek ternyata tidak membuat Jepang berterimakasih kepada Indonesia. Para wanita-wanita Indonesia malah digsak dan dijadikan pemuas nafsu seksual.
Yang sulit diterima adalah, bahwa dari dulu ada saja orang yang ingin bahagia di atas penderitaan orang lain. Para mandor-mandor romusha itu adalah orang Indonesia juga.
Mereka digotong pakai truk ntah kemana. Mereka yang kebanyakan jadi budak seks pada tentara tentara Jepang.
Ini bukan gambar holocaust, ini bukan kekejaman Nazi, ini bukan kekerajamn Israel. Ini kekejaman Jepang saat memperbudak Indonesia.
Di samping romusha, yang juga menderita adalah para wanita Indonesia yang jadi fujingkau atau iugun yanfu alias — perempuan pemuas seks tentara Jepang.Licensed by Creative Commons. Designed by Adii. Sitemap. Converted to WP-Polaroid Blogger Template by eBlogger Templates